Tidak tahu angin apa yang membuat saya membuka halaman-halaman ini. Apakah ingin kawin? halah, kuliah aja belum kelar. Kerjaan belum mapan. Dll. Intinya jauh dari itulah. Mungkin setelah iri kali ya dengan para fotografer spesialis pre wedding ini. Iri dari segi penghasilan jujur saja. Sebagai fotografer prewedding, tentu juga merangkap sebagai fotografer untuk acara weddingnya. Itung saja. Berapa yang didapat dari fotografer profesional sekelas Om Sueswit N. April.
Kerjaan masih banyak di awal tahun ini. Meskipun begitu kalau sudah pegang komputer begini bawaannya ngenet melulu. Setelah bosan mengobrak-abrik situs jejaring, iseng-iseng buka halaman web tentang pre wedding. Searching di Mbah Google. Jeng..jeng..jeng… Gambar-gambar indah karya fotografer handal bermunculan.
Kalo sudah masalah kantong, iman pun bisa goyah. Akankah saya akan tetap menjadi landscaper? atau ikut arus untuk terjun juga sebagai fotografer prewedding dan wedding-nya sekalian. Biarlah waktu yang menjawab.

0 Comments.